Minggu, 12 April 2015

membangun jati diri siswa

                                            Membangun Jati Diri Siswa
  
Saya berpendapat bahwa, di samping pemilikan yang telah ada pada pribadi seseorang, maka tumbuhnya jati diri dalam diri seseorang tidak terjadi secara spontan. Kecuali orang itu menjumpai kejadian yang sangat mengesankan dalam sejarah kehidupannya.
Saya melihat jati diri yang dapat ditumbuhkan pada umumnya terjadi melalui sosialisasi lingkungan melalui proses interaksi stimulis respons yang terjadi secara serial. Itu berarti dari lingkungan anak juga dapat terbangun jati dirinya. Lingkungan yang kondusif untuk membangun jati diri anak, menurut saya dapat dibedakan menjadi dua hal, yakni: lingkungan alam yang telah tersedia di lingkungan kita dan lingkungan artifi cial atau lingkungan yang diciptakan.
belum tersedia secara alami di lingkungan kita. Di pihak ini termasuk peran dari kegiatan Bimbingan Konseling (BK). Lantas bagaimana sesungguhnya karakteristik orang yang memiliki jati diri? Seseorang yang memiliki jati diri memiliki keunikan, ada yang mengatakan orang itu memiliki ‘aku’, diantaranya adalah dia biasanya memiliki kepribadian. Dia memiliki sikap tertentu yang jelas. Dia memiliki tindakan jelas, dan biasanya dia pun memiliki pendirian yang jelas.
Saya rasa, dengan adanya pemilikan sifat unik itu, maka seorang yang memiliki jati diri bukan orang yang akunya besar. Karena, menurut saya, orang yang akunya besar cenderung memiliki sifat egoistis. Nah, bagi orang yang egoistis, maka segala ukuran normatifnya dalam menilai sesuatu selalu diukur dari aspek subjektivitas dirinya. Saya kira, orang yang memiliki jati diri dapat juga dikatakan orang itu memiliki aku, tetapi aku bukan berarti yang negatif.
Maksud saya, ia dapat membaca dirinya, ia pun kenal terhadap dirinya. Siapa dirinya, bagaimana dirinya, dapat diketahui oleh orang yang memiliki jati diri konteksnya dalam kebersamaan orang lain. Dalam peran ini aku diposisikan sebagai jati diri. Lantas, apa dampak perilaku orang yang memiliki jati diri? Dampak seseorang yang memiliki jati diri, maka orang itu tidak mudah terkena pengaruh luar.
Ia begitu resisten terhadap lingkungan, meskipun tidak harus berarti memiliki sikap skeptis. Selain itu, saya juga melihat, biasanya objektivitas pribadinya menjadi lebih jelas. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki jati diri masih memiliki fleksibilitas dalam menjalankan kehidupannya, baik sebagai pribadi maupun dalam kehidupan bersama. Jati diri, saya rasa, tidak berarti rigid atau kaku.
Orang yang memiliki jati diri sangat beruntung karena ia mampu untuk mngenal akan kekurangan dan kelebihan dirinya, dengan demikian ia dapat mengendalikan dirinya untuk berhasil. Kira-kira peran BK dalam membangun jati diri gimana? Kalau menurut pendapat saya, peran BK dalam membangun jati diri terutama dalam mempengaruhi lingkungan. Dan, penciptaan lingkungan itu biasanya melalui dua cara, yaitu Pertama, penciptaan kondisi.
Kedua, melalui penyadaran. Bila dengan cara melalui penciptaan kondisi berarti untuk menumbuhkan jati diri membutuhkan sosialisasi. Orang itu diadaptasikan kepada situasi yang kondusif. Bila menggunakan pendekatan penyadaran, maka membutuhkan pemikiran dan penghayatan, membutuhkan contoh, dan membutuhkan proses adopsi. Dan, seberapa besar pengaruh lingkungan kontribusinya terhadap tumbuhnya jati diri seseorang, itu tergantung kepada modal dasar jati diri yang dimiliki orang itu.
Saya rasa, Bimbingan Konseling (BK) yang pada prinsipnya secara operasional melakukan pendampingan terhadap kliennya, proses pemikiran dan penghayatan dapat dilakukan melalui contoh, diskusi, analisis situasi, melalui cerita komparatif, dan cara-cara lainnya. Memang, kemudian pada akhirnya timbul pertanyaan, bagaimana guru BK menyikapi masalah ini? Saya kira, guru Bimbingan Konseling (BK) tidak benar menghadapi masalah siswa dipecahkan secara sama rata.
Guru, menurut saya, seharusnya memerinci spesifi kasi setiap permasalahan siswa, sehingga ditemukan profi l dari masalahnya, dan akhirnya menentukan metodologi untuk pemecahannya, secara langsung atau diperlukan langkah tahapan. Dia harus memilih keunikan masalah, dan berikutnya menetapkan metodologi untuk memecahkannya yang tepat. Dari segala macam pendekatan pemecahan masalah manusia yang dapat dilakukan, model pendampingan merupakan cara pemecahan masalah yang (1) manusiawi, (2) partisipatif, (3) menyenangkan siswa, dan (4) dapat dijamin hasilnya.
Oleh karena itu model pendampingan yang sekarang ini telah digunakan orang untuk berbagai cara penyuluhan, bimbingan, dan lain-lain dapat digunakan sebagai cara yang terpilih dan memiliki keunggulan. Melalui pendampingan kita dapat mengenal klien lebih mendalam dan komprehensif. Saya yakin, bahwa dengan melalui pendampingan kita pun juga dapat menjalin dengan klien dengan lebih interaktif dan komunikatif.
Sehingga, tidak mustahil kalau kemudian terjadi keakraban yang dinamis antar klien dengan pembimbing. Segala persoalan klien dapat terdeteksi dan dapat dipecahkan dengan tuntas dan memuaskan. Dalam konteks inilah, saya kira jelas bahwa dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Apakah memungkinkan BK dapat membangun jati diri siswa, tergantung kepada penciptaan lingkungan yang kondusif. Pada prinsipnya setiap orang itu memiliki jati dirinya yang unik.

Dan, ternyata lingkungan memungkinkan dapat membangun jati diri seseorang apabila kepada orang itu dihadapkan kepada: Pertama, kejadian yang mengesankan. Kedua, ditemukan kejadian yang alamiah, dan ketiga adalah dihadapkan kepada lingkungan artifi sial yang cocok.


MASA-MASA DI SMP

Perjalanan saya dimulai dari MOS. Disitu saya mulai mendapatkan pengalaman yang banyak mengenai sekolah ini. Saya mempunyai teman baru, guru yang baru, baju baru, dan banyak lagi yang saya tidak bisa sebutkan. MOS merupakan masa dimana dapat mengenal lingkungan baru, dan masa memulai kelas yang baru bersama orang-orang baru yang saya awalnya tidak begitu kenal.
Menjadi kelas 7 ditambah menjadi seorang ketua kelas merupakan hal yang saya tidak pernah alami sebelumnya  Banyak tugas/hal yang saya harus kerjakan setiap harinya, salah satunya adalah memimpin sekitar 30 teman-teman kelas 71 yang saya banggakan dan saya cintai. Awalnya saya tidak sanggup mengurus teman-teman saya tetapi semakin lama semakin terbiasa dengan tugas itu. Kenangan yang saya tidak akan lupakan yaitu pas pelajaran kimia tentang materi asam basa dan garam saya dijadikan percobaan oleh ibu febri. :D
Itu foto kelas 71 dulu dan saya yang memakai kacamata :D
Menjadi kelas 8 merupakan masa yang floating bagi saya terkadang senang, sedih,gembira,kecewa,semua menjadi 1.masih dalam tugas yang lama yaitu menjadi ketua kelas dan tidak lama setelah itu, tugas saya bertambah lagi menjadi anggota pks. Sebenarnya waktu kelas 7 saya otomatis menjadi osis karna saya ikut organisasi MPK tetapi sehari sebelum kemah saya jatuh sakit dan saya otomatis juga tidak bisa ikut pelantikan di penglipuran dan akhirnya saya tidak bisa menjadi OSIS. Tetapi saat itu saya bersyukur bisa mengikuti organisasi keamanan sekolah yaitu PKS.
Entahlah ini foto kapan ya ??
 
Ini foto saya ambil waktu mau pelantikan PKS di puncak padang dawa. Wihh dinginnya :D

Menjadi kelas 9 merupakan masa akhir saya di sekolah HN dimana saya akan mengikut ujian-ujian sebelum saya meninggalkan sekolah ini. Saya harus tinggalkan teman,guru,pengalaman saya di sekolah ini.  Dan akhirnya saya harus meninggalkan khas HN yaitu putih biru menjadi putih abu-abu yaitu SMA.

My best friends
Latihan waktu mau perayaan natal di HN :D
Ini foto waktu mau pagelaran kelas 91 :D
Sama gali pas HUT HN ke 15
Latihan musikalisasi
Idiot.. :D :P
Pagelaran juga :D
Raju..!!!
Kemah lagi di puncak padang dawa..

Kesan saya adalah bahwa sekolah HN adalah sekolah istimewa. Banyak kenangan-kenangan yang saya alami di sekolah ini. Saya mengagumi sekolah ini karena banyak program yang saya senangi disini. Pesan saya adalah tetap maju sekolah HN. :D